Pengertian Gigi Bungsu Geraham dan Fungsinya Menurut Pakar Kesehatan

dalam Kesehatan Gigi

Pengertian Gigi Bungsu Geraham dan Fungsinya Menurut Pakar Kesehatan

Gigi bungsu adalah sebutan untuk gigi geraham ketiga yang biasanya tumbuh paling terakhir, umumnya di usia 17–25 tahun. Karena tumbuh di usia yang sudah tidak “muda” lagi, gigi ini sering disebut “gigi bungsu”, yang berarti gigi paling terakhir muncul. Dalam istilah medis, gigi bungsu dikenal sebagai third molar.

Menurut pakar kesehatan gigi, seperti drg. Ratna Dewi, gigi bungsu sebenarnya bagian normal dari struktur gigi manusia. Di masa evolusi manusia purba, gigi ini punya peran penting untuk membantu mengunyah makanan keras seperti akar, daging mentah, dan dedaunan kasar. Namun, seiring berkembangnya zaman dan perubahan pola makan, fungsi gigi bungsu mulai menurun karena makanan modern kini lebih lunak dan mudah dikunyah.

Posisi dan Jumlah Gigi Bungsu

Secara umum, seseorang bisa memiliki empat gigi bungsu, dua di rahang atas dan dua di rahang bawah. Tapi, tidak semua orang memilikinya. Beberapa orang hanya tumbuh satu atau dua, bahkan ada juga yang sama sekali tidak punya gigi bungsu. Hal ini tergantung faktor genetik, struktur rahang, serta evolusi individu.

Menurut para dokter gigi, gigi bungsu terletak di bagian paling belakang dari lengkung gigi. Karena posisinya yang tersembunyi, gigi ini sering sulit dibersihkan. Akibatnya, banyak kasus gigi bungsu yang mengalami infeksi, gusi bengkak, atau tumbuh miring karena keterbatasan ruang di rahang.

Kenapa Gigi Bungsu Sering Bermasalah?

Salah satu hal paling umum yang bikin orang khawatir adalah tumbuhnya gigi bungsu geraham yang terasa sakit. Rasa nyeri ini biasanya muncul karena gigi tidak punya cukup ruang untuk tumbuh sempurna. Akibatnya, gigi bisa tumbuh miring, menekan gigi di sebelahnya, atau bahkan terjebak di dalam gusi (disebut impaksi).

Menurut pakar kesehatan gigi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, masalah utama gigi bungsu muncul karena bentuk rahang manusia modern yang cenderung lebih kecil dibanding nenek moyang kita. Ruang yang sempit inilah yang menyebabkan gigi bungsu tidak bisa tumbuh lurus.

Beberapa gejala umum saat gigi bungsu tumbuh antara lain:

  • Nyeri di bagian belakang rahang

  • Gusi bengkak atau kemerahan

  • Sakit kepala atau telinga

  • Bau mulut

  • Kesulitan membuka mulut

Kalau gejalanya cukup parah, dokter biasanya menyarankan pencabutan agar tidak menimbulkan infeksi yang lebih serius.

Fungsi Gigi Bungsu Menurut Pakar Kesehatan

Walaupun sering dianggap “tidak berguna” atau malah “bikin masalah”, sebenarnya gigi bungsu punya fungsi alami tersendiri. Berdasarkan penjelasan para pakar kesehatan gigi, fungsi utama gigi bungsu adalah:

  1. Membantu Proses Mengunyah
    Saat semua gigi masih lengkap dan tumbuh sempurna, gigi bungsu berperan sebagai tambahan kekuatan saat mengunyah makanan yang keras. Namun karena gigi bungsu sering tumbuh tidak sempurna, fungsinya ini jarang benar-benar dimanfaatkan.

  2. Menjaga Keseimbangan Gigi di Rahang
    Dalam kondisi ideal, gigi bungsu membantu menjaga agar posisi gigi lainnya tetap stabil. Tapi jika tumbuh miring, efeknya justru sebaliknya, gigi bisa bergeser atau berdesakan.

  3. Cadangan Alami Gigi
    Ada pakar gigi yang berpendapat bahwa gigi bungsu bisa menjadi “cadangan alami” jika salah satu gigi geraham rusak atau tanggal. Meski demikian, ini hanya berlaku jika gigi bungsu tumbuh dengan posisi baik dan sehat.

Pandangan Dokter Gigi Tentang Pencabutan Gigi Bungsu

Banyak orang berpikir bahwa semua gigi bungsu harus di cabut, padahal tidak selalu begitu. Menurut drg. Arya Prasetyo, gigi bungsu yang tumbuh normal dan tidak menimbulkan keluhan tidak perlu di cabut. Namun, jika menimbulkan rasa sakit, infeksi, atau mendorong gigi lain, pencabutan adalah pilihan terbaik.

Proses pencabutan gigi bungsu bisa bervariasi tergantung posisi dan kondisinya. Kalau tumbuh lurus dan terlihat di atas gusi, pencabutannya relatif mudah. Tapi jika gigi tertanam di dalam tulang rahang (impaksi), prosedurnya lebih kompleks dan memerlukan pembedahan kecil.

Cara Merawat Gigi Bungsu Agar Tetap Sehat

Merawat gigi bungsu sebenarnya tidak jauh berbeda dengan merawat gigi lainnya. Namun karena posisinya yang sulit di jangkau, kamu perlu perhatian ekstra. Berikut tips dari pakar kesehatan gigi untuk menjaga kesehatan gigi bungsu:

  1. Sikat Gigi Dua Kali Sehari
    Gunakan sikat gigi dengan kepala kecil agar bisa menjangkau bagian paling belakang mulut.

  2. Gunakan Benang Gigi (Dental Floss)
    Membersihkan sela gigi bungsu penting untuk mencegah sisa makanan menumpuk dan menyebabkan bau mulut atau infeksi.

  3. Kumur dengan Obat Antiseptik
    Setelah menyikat gigi, berkumurlah dengan obat kumur antiseptik untuk membantu mengurangi bakteri di sekitar gusi.

  4. Periksa ke Dokter Gigi Secara Rutin
    Minimal enam bulan sekali, lakukan pemeriksaan rutin agar dokter bisa mendeteksi dini jika ada masalah pada gigi bungsu.

Kapan Harus ke Dokter Gigi?

Tanda-tanda bahwa kamu perlu segera ke dokter gigi biasanya adalah:

  • Nyeri terus-menerus di area belakang mulut

  • Gusi sering bengkak atau bernanah

  • Bau mulut tak hilang meskipun sudah sikat gigi

  • Sulit membuka mulut atau mengunyah makanan

Baca Juga:
Ternyata Ini Operasi Cabut Gigi Bungsu dari Prosedur Hingga Risikonya

Pakar kesehatan menyarankan agar tidak menunda pemeriksaan, karena infeksi dari gigi bungsu bisa menjalar ke jaringan lain di mulut dan menyebabkan komplikasi seperti abses atau pembengkakan parah.

Fakta Unik Tentang Gigi Bungsu

  • Tidak semua orang memiliki gigi bungsu; sekitar 35% populasi dunia tidak pernah menumbuhkannya.

  • Pada sebagian orang, gigi bungsu bisa muncul tanpa rasa sakit sama sekali.

  • Ada teori yang menyebut bahwa manusia modern perlahan akan kehilangan gigi bungsu karena perubahan genetik dan pola makan yang lebih lembut.

  • Di beberapa kasus langka, gigi bungsu bisa tumbuh lebih dari empat buah, di sebut supernumerary molars.

Gigi bungsu memang sering di anggap sumber masalah, tapi di balik itu sebenarnya ia punya fungsi alami yang cukup penting. Tumbuhnya gigi bungsu bukan hanya soal rasa nyeri, tapi juga tanda bahwa tubuh masih menjalankan “program alami” yang di wariskan secara genetis. Dengan perawatan dan pemeriksaan rutin, gigi bungsu bisa tetap sehat tanpa harus di cabut.

Tulis Komentar

Komentar