Kesehatan gigi sebenarnya bukan cuma soal rajin sikat gigi dua kali sehari. Ada banyak kebiasaan kecil yang tanpa sadar bisa bikin gigi cepat rusak, berubah warna, bahkan menyebabkan gigi sensitif. Dalam artikel ini, kita bakal bahas enam kebiasaan yang merusak gigi dan pelan-pelan merusak kesehatan gigi.
1. Terlalu Sering Mengonsumsi Minuman Manis dan Bersoda
Minuman manis itu enak, segar, dan jadi teman setia saat lagi capek atau butuh mood booster. Tapi sayangnya, gula pada minuman manis dan soda bisa menempel di permukaan gigi dan berubah jadi asam ketika bertemu dengan bakteri. Asam inilah yang nantinya mengikis enamel gigi.
Kenapa Kebiasaan Ini Merusak?
-
Gula jadi “makanan favorit” bakteri mulut.
-
Reaksi gula dan bakteri menghasilkan asam yang bisa menyebabkan gigi berlubang.
-
Soda mengandung asam karbonat dan fosfat yang mempercepat pengikisan enamel.
Tips Menguranginya
-
Boleh minum manis, tapi jangan terlalu sering.
-
Cobalah minum air putih setelahnya.
-
Gunakan sedotan agar minuman tidak langsung mengenai gigi.
-
Jangan langsung sikat gigi setelah minum minuman asam karena enamel sedang lemah.
2. Mengunyah Es Batu
Banyak orang punya kebiasaan menutup minuman dingin dengan “bonus” ngunyah es batu. Rasanya memang seru dan bikin segar, tapi gigi bukanlah alat penghancur es. Menggigit es batu bisa jadi kebiasaan merusak gigi yang menyebabkan retakan kecil pada enamel.
Kenapa Berbahaya?
-
Es batu itu keras. Enamel gigi bisa retak kalau terbiasa menggigit benda padat.
-
Kerusakan yang awalnya kecil bisa berkembang jadi sensitivitas atau gigi patah.
-
Gigi jadi lebih mudah terasa ngilu saat minum panas atau dingin.
Baca Juga:
Cara Memilih Mouthwash Sesuai Kebutuhan Mulut Kamu
Alternatif yang Lebih Aman
-
Mengganti es batu dengan es serut.
-
Mengunyah permen karet tanpa gula jika mulut butuh aktivitas mengunyah.
3. Kebiasaan Menggertakkan Gigi (Bruxism)
Tanpa sadar, banyak orang yang suka menggertakkan gigi saat lagi stres atau saat tidur. Masalahnya, bruxism bisa bikin permukaan gigi jadi aus dan tumpul.
Ciri-Ciri Kamu Mengalami Bruxism
-
Rahang terasa pegal saat bangun tidur.
-
Sering sakit kepala, terutama sisi pelipis.
-
Gigi terlihat lebih pendek atau aus.
-
Terdengar suara “krek-krek” saat tidur (biasanya pasangan tidur yang sadar duluan).
Apa Akibatnya?
-
Enamel cepat habis.
-
Gigi lebih sensitif.
-
Risiko kerusakan saraf atau gigi retak meningkat.
-
Rahang bisa mengalami gangguan sendi temporomandibular (TMJ).
4. Menggunakan Gigi untuk Membuka atau Menggigit Benda
Ini kebiasaan yang mungkin terdengar kocak, tapi sering banget dilakukan: membuka bungkus makanan dengan gigi, merobek selotip, atau menggigit tutup botol plastik. Padahal gigi bukan alat serbaguna.
Risikonya Apa?
-
Gigi bisa patah karena tekanan yang tidak semestinya.
-
Enamel terkikis dan bentuk gigi berubah.
-
Gusi bisa terluka tanpa disadari.
Lebih Baik Gunakan Alat yang Tepat
-
Gunting
-
Cutter
-
Alat pembuka botol
Sekecil apa pun, hindari menggunakan gigi untuk hal yang bukan fungsinya, yaitu mengunyah makanan.
5. Jarang Minum Air Putih
Mungkin terdengar sederhana, tapi kebiasaan kurang minum air bisa membuat kesehatan mulut terganggu. Air putih menjaga produksi air liur, dan air liur adalah “pelindung alami” gigi.
Dampak Kurang Minum Air
-
Mulut kering, yang membuat bakteri lebih mudah berkembang.
-
Gigi lebih rentan berlubang karena kurangnya efek pembersihan alami dari air liur.
-
Bau mulut makin terasa.
Solusi Mudah
-
Bawa botol minum ke mana-mana.
-
Pastikan minum lebih banyak saat makan makanan manis atau asin.
-
Jika sering lupa minum, pasang alarm atau gunakan aplikasi pengingat.
6. Sikat Gigi Terlalu Keras dan Menggunakan Sikat yang Tidak Sesuai
Ironisnya, niat membersihkan gigi bisa berujung pada kerusakan kalau caranya salah. Banyak orang berpikir bahwa semakin kuat tekanan sikat gigi, semakin bersih hasilnya. Padahal itu justru bisa merusak enamel.
Kesalahan yang Sering Dilakukan
-
Sikat gigi dengan tekanan keras.
-
Memilih sikat gigi dengan bulu kasar.
-
Menggerakkan sikat secara horizontal seperti menggosok lantai.
-
Durasi sikat gigi terlalu singkat.
Efek Buruknya
-
Enamel menipis dan gigi jadi sensitif.
-
Gusi bisa turun dan membuat akar gigi terbuka.
-
Plak tidak benar-benar terangkat karena tekniknya salah.
Cara Sikat Gigi yang Lebih Aman
-
Pilih sikat gigi dengan bulu lembut.
-
Gerakkan sikat dengan lembut dan melingkar.
-
Sikat minimal dua menit setiap sesi.
-
Ganti sikat gigi setiap 3 bulan atau saat bulu mulai mekar.
Menjaga kesehatan gigi itu bukan cuma soal rutin ke dokter gigi atau membeli produk perawatan yang mahal. Justru, banyak kerusakan terjadi karena kebiasaan merusak gigi yang kita anggap sepele. Enamel yang rusak tidak bisa kembali seperti semula, jadi lebih baik mencegah sejak sekarang daripada menanggung sakit gigi dan biaya perawatannya nanti.